Setiap tahun di semua sekolah dasar, sekolah menengah pertama dan sekolah menengah umum mengeluarkan lulusan-lulusannya. Seiring dengan itu luapan rasa senang (khususnya smu dan smp) diungkapkan dengan coret-coret tanda tangan pada seragam sekolah. Terkadang juga rasa senang itu diluapkan dengan melakukan konvai di jalanan hingga menimbulkan kemacetan di sana-sini dan lain-lain. Setiap tahunnya terulang terulang dan terulang kembali. Ada apa sebenarnya?
Makna Belajar
Kata "belajar" dalam kamus Poerwadarminta (1953) diberi penjelasan singkat "berusaha (berlatih dsb) supaya mendapatkan sesuatu kepandaian". Dan bila dilacak dari kata dasarnya "ajar", maka "belajar" diberi arti: (1) berusaha supaya beroleh kepandaian (ilmu dsb) dengan menghafal (melatih diri dsb), seperti dalam "belajar membaca" atau "belajar ilmu pasti"; dan (2) berlatih, misalnya dalam "belajar berenang" dan "belajar berkenalan".
Dua kata dalam bahasa Inggris yang paling sering diterjemahkan sebagai "belajar" adalah "learn" dan "study". Kamus Hornby (1985) memberi arti kata "learn": (1) gain knowledge of or skill in, by study, practice or being taught; (2) be told or informed. Kata "learning" kemudian diberi arti "wide knowledge gained by careful study". Sementara kata "study" sebagai kata benda diberi arti: (1) devotion of time and thought to getting knowledge of, or to close examination of, a subject, esp from books; (2) something that attracts investigation; that which is (to be) investigated; (3) be in a brown; (4) room used by sb for reading, writing, etc; (5) sketch etc made for pratiuce or experiment; piece of music played as a technical exercise; (6) earnest effort. Sedang sebagai kata kerja "study" diberi arti: (1) give time and attention to learning or discovering something; (2) give care and consideration to; (3) studied, intentional, deliberate.
(sumber kamus: search google.com)
Nah dari makna kata tersebut tidak dapat disalahkan apabila timbul kefahaman bahwa yang telah lulus, telah selesai dalam belajar karena telah menamatkan suatu lembaga pendidikan. Sehingga kewajiban untuk belajar telah diselesaikan. Hal ini lebih dipicu lagi dengan sebuah lembar kertas yang diberi nama "STTB". Dari kumpulan konsonan itu terdapat kepanjangan "tanda tamat belajar" hasilnya apa ada asumsi jika telah mendapatkan selembar kertas itu telah bebas dari tuntutan belajar sebagaimana ketika smu atau smp. Begitu pintarnya penjajah hingga sampai istilah sangat diperhatikan, dan ini adalah tinggalan mereka. (ngga percaya cari di google hehe ntar kalo udah ketemu kasih tahu ya)
Perlu dipahami bahwa belajar tidak harus duduk di bangku-bangku lembaga formal tetapi bisa juga dari informal yang tidak dilembagakan seperti dari alam, dari pergaulan, dan lain-lain. Sehingga STTB tidak dapat mengikat orang yang memperolehnya untuk berhenti belajar. Nabi berpesan "Tuntutlah ilmu sejak buaian hingga liang lahat" Nah kalo setelah lulus ngga pengin cari ilmu lagi mending masuk aja ke liang lahat (huehue kejee..m). So, kesimpulannya udah ngga jamannya lagi lulus smp/smu main coret-coret, konvoi dan lain-lain. Jamannya mengoreksi semasa sekolah ada yang salah ngga, nah setelah lulus diperbaiki. Kalo ngga silaturahmi lah kerumah-rumah temen kita ngga usah sampe bikin bising dan macet jalanan. "Mau apa... negeri ini kalo penggantiku seperti ini" celetuk seorang bapak-bapak yang terbangun karena kebisingan. Nah untuk tanda tangan mending di taruh di buku kenangan so bisa dibuka kapan saja. Kalo di seragam paling abis coret-coret simpen beberapa tahun di liat udah lupa ini coretan siapa ya.... dah itu dulu ya dah ngantuks. bobo..lagii aahh... zZzZZZzzzzzzZZ.......

