Sunday, November 28, 2004
Minggu, Mangkuyudan
Semalem udah jam 01:00 lum bisa tidur, akhirnya nyalain komputer stel winamp, puter kitaro dan ketiduran sekitar 1/2 tiga. Bangun-bangun jam 5:30, bangun tidur ndak ada yang spesial, kecuali ilang rasa capek , mayan energi buat hari ini :). Abis subuhan masih malas-malasan, lagi2 tiduran sambil klak-klik, klak-klik baca-baca koleksian. Mo masak hmmm.. males abis, akhirnya yang masak temen sekost, mayanlah irit tenaga hihihihi(dasar). Lama-lama ko ngantuk, wah gaswat. Buat ilangin ngantuk sekitar jam 6:15 ke warnet sekalian buka, semalem closed n aq yang bawa kunci. Baca2 berita sambil bersih-bersih. Amma dateng trus cabuuu..t
Go Home, mandi, maem, ke t4 bulik Alim/paklek Murono di Mangkuyudan. Ehh.. ketemu ma bulik Sri ma Paklek Tarso, sekalian sungkem. Kemarin pas nikahannya Tutut ngga bisa dateng, jakarta sih, coba kalo salatiga pa jogja (hihihi maunya sih) pasti dateng, lagian ngga ada temen. Ngobrol sana-sini sambil liat album pas mantenannya Tutut."Katanya mo halal bihalal ma tasyakuran mo haji, ko sepi paklek", "acaranya di samping rumah", kata paklek. "Owh".
Langsung ke hotel Ganesha dan bantu2 nyiapin segala sesuatunya. Jam 12an tamu2 dah pada dateng, ehh ketemu ma sodara-sodara, Jodi, Aang, Ndaru, Meri, Mas Harjo, Kang Muh, bulik Pur, dan seabrek lainya, seneng deh. Yang dari salatiga mana ya ko lum pada dateng??, ternyata masuk jogja maskin(mas yang nyopir) bingung, tapi nyampe meski telat. Senee..ng banget, bapak ma ibu dateng ama keponakan2 criwis. Biasa, sungkem ma bapak ibu plus disun(cium di pipi) kanan kirin. duu.. senengnya :). Sun ini adalah motivasi terkuat yang kumiliki, aku kuat salah satu karenanya. Seolah-olah ibu ma bapak bilang, doa restuku dan sayangku untukmu nak.
Ikutin acara sampe jam 3-an. Waktu Paklek Murono ngasih sambutan tuan rumah, paklek sempat nitikkan airmata waktu bilang minta maaf atas kesalahan keluarga ma karyawan-karyawannya, juga waktu bilang titip anak dan keluarga, doa restu agar ibadah hajinya diterima, kembali dengan kemabruran. Semoga paklek yah, semoga jadi haji yang mabrur. amin. Acara ceramah (lupa siapa yang ngisi), berbobot banget materinya. Bener-bener jadi kepingin segera ke Tanah Suci Mekah. Kapan yah??, Semoga semoga, aminn. amiii..n.
Abis acara, sebenarnya mo bantu-bantu tapi bapak ma ibu mo mampir ke kost jadinya ngga bisa. Trus bapak ntar malem ada acara lagi jadinya cuman sebentar di jogjanya. Tapi bapak ma ibu nyempetin ke kost, asiik dibawain makanan cemilan, yang kemarin abis pulang aja masih dah ditambah lagi. tapi mayan bisa buat stock, hihihihi.
Yaa.. ibu ma bapak di kost cuman 15 menit, bentaa..ar banget. jadi sediii.... Tapi ngga papa ding, dah seneng dikunjungin, meski cuman sebentar, ta taaaaa... Met jalan moga aman-aman saja diperjalanan, dan selamat sampai tujuan amin.
Liat Jam, waks dah jam 4 kurang lima menit, siap-siap, trus cabut ke warnet. Hihihi meski ngga mandi dulu, tapi cuex aja, masih wangi :). Duh lum baca-baca padahal besok ujian tengah semester, diwarnet jaga nyambi baca-baca materi ujian. Mayan. Doain besok dan ujian tengah semester ini sukses, dan dapet nilai bagus-bagus. Paling ngga B nya 2 matkul lainnya A. Semoga, semoga.
=========================
Saturday, November 13, 2004
Ampun-Mu
Ramadhan....
selama di bulan itu
selalu kuamati, dan ku jaga
sebuah kertas putih
dan kutuliskan goresan kesalahan di atasnya
Namun....
goresan hitam menyayat
segores demi segores
teruu...ss dan terus
Kertas itu menjadi hitam
dan semakin hitam.
Ya Allah...
itu baru goresan-goresan gelap yang terkumpul di bulan itu
Aku sudah berusaha manjaga agar tidak tergores
Namun...
Apa daya... goresan itu datang, datang dan datang
Itu baru di bulan itu... belum bulan-bulan yang lain
yang mungkin sudah aku lupa...
Ya Allah....
Aku sadar dosaku setinggi langit yang menggenggam matahari
Sedalam lautan yang menyelubungi bumi
Seluas angkasa kumpulan galaksi-galaksi
Asstaghfirullah....
Asstaghfirullah..
Asstaghfirullahal adzimm...
Ya Allah ...
Ku menyesal
tlah menghias jiwa dengan lumuran dosa
tlah menghias jasad dengan noda
Ya Allah...
kututup ramadhan ini dengan takbir
Harap ampun-Mu
Tanda sayang dan kasih-Mu
agar kembali fitri,
Seindah esok hari, idul fitri.
Allahu akbar
Allahu akbar
Allahu akbar
Walillahilhamd...
Ya Allah ...
ijinkan aku bertemu kembali dengan ramadhan
tahun depan
******
Sobat, kertas itu takkan dapat kembali putih, tanpa maaf darimu, siapapun Anda, dimanapun Anda, kalau merasa pernah mengenal aku, pernah tergores karna sikapku, ucapku, maupun candaku, maafkan Aku.
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1425H
MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN
=========================
Friday, November 12, 2004
Bencana kemanusiaan
2 Nopember yang lalu perseteruan memperebutkan kursi kepresidenan antara George W Bush dari Partai Republik dan Senator John F Kerry dari Partai Demokrat berlangsung. Namun akhirnya dimenangkan oleh Bush yang akan memimpin 4 tahun lagi kedepan . Kemenangan Bush ini otomatis menimbulkan kekecewaan negara-negara timur tengah terkhusus lagi palestina dan Irak. Lain halnya dengan Israel, tentu ia akan bersorak-sorak karena akan dapat melanjutkan teror, pembunuhan dan kekejaman terhadap Palestina. Sedangkan Irak infasinya sampai saat ini, dimana bau mesiu masih dikibaskan, letupan, letusan bom dan senapan masih terus lekat dalam keseharian.
Sehubungan dengan terpilihnya bush kembali, penekanan-penekanan terhadap suatu golongan semakin menjadi-jadi khususnya golongan islam. Invasi irak semakin gencar untuk menaklukkan Fallujah dengan serangan membabi buta, tanpa melihat anak kecil, orang tua dan wanita. Ambulans, rumah sakit, dan bangunan sekolah tak luput dari serangan, bahkan memakai gas kimia beracun yang otomatis akan membunuh apa saja dan siapa saja yang bernafas, termasuk hewan dan tumbuhan. Dari invasi ini kita bisa tau siapa yang sebenarnya adalah teroris. Hanya bermodalkan praduga kepemilikan senjata nuklir, penjajahan, penganiayaan, dan kekejaman diberlakukan di negara yang nyata-nyata tidak ada sangkut pautnya dengan negara yang menginvasi. Bayangkan jika kita punya keluarga kemudian datang seseorang yang tidak kita kenal yang ngobrak-ngabrik keluarga kita. Bukankah itu salah, bejat dan terkutuk??
Di negara lain, tuduhan serupa kepemilikan senjata nuklir juga menerpa mesir, akankah negara ini menjadi target invasi AS dan sekutu berikutnya?? Kalau iya, pasti suatu saat hal ini juga pasti akan dituduhkan pula terhadap negara-negara lain termasuk diantaranya indonesia.
Lain di Mesir, lain di Belanda. Sejumlah masjid diserang dan sebuah pusat pendidikan Islam di Netherlands di bakar oleh sekelompok orang yang diduga balas dendam atas kematian Theo Van Gogh. Produser yang sering mengejek islam. Secara pikir cepat memang bisa jadi begitu, tapi apakah secepat itu?? Dunia ini penuh dengan politik (dalam artian yang miring) Bisa jadi pelaku adalah pengadu domba, punya dendam keluarga, warisan, ato yang lain. Sayang sekali pengusutannya lambat. Terus yang patut dipertanyakan lagi kenapa yang dibakar sekolahan Islam??, dan sayang lagi pengusutan pembakaran begitu slowdown dan kalem?? sengaja apa sengaja!!! biar merembet ma yang lain?? (duh, ko negatif thinking).
Sedangkan di london Inggris, pemerintah mengeluarkan kebijakan larangan memakai Jilbab. Sungguh kebijakan yang bijaksana. Cuuuii.h!! Apakah ini yang dinamakan kebijakan? Inikah yang disebut bijaksana??
Di lain tempat kelompok Yahudi di Perancis yang berbasiskan di US memfitnah persatuan organisasi-organisasi islam di negara itu. Silahkan, fitnah boleh asal tanggung sendiri akibatnya. Maluw itu bakal mengahmpiri, (iya kalo punya **malu**, kalo ngga?? ihing dah)
Duu.. ko begini ya??. Tapi memang berlian tuh semakin kemilau dan indah kalau sudah dikikir, digerenda, dan diasah. Semoga kebenaran itu segera muncul, dan kesalahan diperlihatkan untuk menerima balasan yang sesuai
=========================
Monday, November 08, 2004
DPR ku..
Saat pemilu pemilihan DPR semua yang ditampilkan yang indah-indah dan janji akan perubahan yang lebih baik. Tapi baru saja diangkat kita telah dipertontonkan adegan dan perilaku DPR yang mengelus dada. Hanya karena perebutan kursi ketua komisi, anggota DPR yang membentuk koalisi-koalisi tidak akur. Apakah ini yang dinamakan dewasa?? "Mereka adalah orang-orang terpilih, bagaimana yang tidak, bagaimana dengan rakyatnya". Mungkin itu adalah apa yang terlintas dibenak negara-negara tetangga. Sungguh sangat memalukan
Pengorbanan rakyat yang begitu banyak tidak dilihat, tetapi yang dilihat adalah pangkat dan jabatan. Sadarkah mereka mobil yang mereka pakai adalah uang rakyat melalui pajak yang terkadang untuk membayarnya harus meminjam. Sadarkah bahwa rakyat sudah cukup menderita dengan biaya kebutuhan pokok yang menghimpit, belum ditambah biaya pendidikan, kesehatan dan lain-lain. Kebutuhan pokok saja belum tentu terpenuhi apalagi yang sekunder. Itu posisi rakyat, lihat yang telah dibiayai rakyat, akankah mereka menjadi penghisap darah dan penghianat massal. Ingat doa mereka luar biasa ampuh. 200 juta lebih orang berbanding 500 orang, bukan tandingan. Belum lagi di 200 juta itu ada barisan anak kecil yang derai kelaparan selalu mewarnai hari-harinya. Barisan orang yang menjulurkan tangan meminta belai kasihan di setiap perempatan lampu merah, dan banyak yang lain.
Mereka yang harus dipikirkan, bukan jabatan. Siapapun yang menempatinya tidaklah masalah. Rakyatpun nggak semua tahu apa itu komisi, apa fungsinya, apa karyanya. Asal itu untuk kebaikan dan perbaikan KENAPA TIDAK?? Bayangkanlah jika nanti setiap barisan meminta pertanggungjawaban di akherat nanti... cukuplah untuk melemparkan setiap anggota dewan kelubang nista dan celaka.
Seorang guru menuturkan "Kenapa orang kalau sedang marah ia berteriak, padahal yang dimarahinya ada disampingnya". Hal ini karena hati mereka jauh. Lihatlah dengan orang yang sedang dilanda cinta dan kasih sayang, mereka tidak perlu berteriak, sangat pelan dan lembut. Bahkan gerak tubuh saja, misal kedipan mata saja mereka mampu merasakan dan mengerti apa yang dimaksudkan. Bahkan dalam jarak yang jauh sekalipun.
DPR seperti inilah yang diharapkan, yang mampu merasakan mereka yang ada dijalanan, merasakan orang yang sedang terhimpit hutang, yang tidak punya rumah dan lain-lain. Seharusnya mereka lebih banyak menangis daripada marah dan gontok-gontokan.
Mungkin kita cuman bisa berharap agar dua kubu atau koalisi ini dapat bersatu kembali. Mereka tidak memikirkan siapa yang memimpin, yang terpenting mereka memikirkan apa yang terbaik bagi yang dia pimpin, disadari atau tidak masing-masing dari mereka adalah para pemimpin. Ya pemimpin rakyat, dan rakyatlah yang seharusnya dihati mereka bukan jabatan ketua komisi. Semoga saja kemelut segera berakhir, kabut hitam segera tersapu awan di atas negeri ini. AMIN
=========================
|