Kalo inget ku jadi ketawa sendiri. he..hee.. lucuw... Gini Crittanya. Semalem pas abis tarawih(27 okt)ga ikut sholat witir, biar witirnya malemnya aja. So pulang, trus beli CD(Complex Disk getu loo). Pulang dari beli CD Qu lewat jalan deket kuburan yang kebetulan masjid itu jamaahnya bis pada keluar.
Gang deket kuburan cuman gang sempit hanya cukup satu sepeda motor (*lebarnya sekitar 1 M*). Lurus, memanjang dan sekitar 150m tidak ada pertigaan/persimpangan. Penerangan di jalan itu kurang, jadinya remang2. Kata orang sih, tu jalan angker dan sering da yang gangguin. Tapi ku sering lewat situ jam 1 malem,juga gapapa(meski sering detak jantung bertambah cepet *it's self scare* hi..hi..). Nah pas pertengahan da seorang bapak dari masjid yang menuju arah yang sama. Tetapi dia di depanku(berjalan membelakangiku gituu). Bapak ini jalannya di tengah-tengah gang, jadinya ku jalanya pelan dibelakang bapak itu karena ngga bisa lewat.
Kusapa bapa itu, tujuannya biar aku dahuluin dia, karena di kost dah ada yang nunggu."Paa..k Permisiii..", Bapak itu ngga noleh ato njawab tapi diem n tetep berjalan. Kusapa lagi,"Pak.. nderek langkung", hasilnya sama tapi kali ini ia mempercepat langkahnya. Yang ketiga kalinya ku sapa, "Pak, boleh saya duluuan". Hee..hee..hee.. bukan ngejawab ato noleh bapak itu malah lari.
Ku jadi senyum-senyum sendiri, pa aku dikira hantu ya... ato suaraku terlalu haluus hingga kedengaran samar-samar, dan itu dikira suara hantu, hingga Bapak itu lari. Atau karena bapak itu sudah terlalu takut tuk berjalan di jalan itu?? he..he..
Mungkin sampe di rumah bapak itu cerita macem2 ma tetangga atau cucunya.
Dari kejadian ini ada pelajaran yang bisa diambil. persepsi, asumsi sering membuat kita berpikiran macem-macem. Tidak hanya dalam kejadian ini, namun dalam segala hal. Sering kita mencemaskan sesuatu yang sebenarnya hanyalah kekhawatiran dan ketakutan kita semata. Mari kita berantas asumsi, persepsi dan prasangka. Bukankah telah disampaikan dalam Al-qur'an, (Al-Hujurat:12) Hai orang2 yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka. Sesungguhnya sebahagian dari prasangka itu adalah dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain...
Akhir-akhir ini ada apa denganku? Seolah-olah berubah menjadi lebih buruk dan terpuruk. Sampai ku tersadar saat seorang sobat mengirimkan email kapadaku. Kusendiri heran, what happend gitu lo. O.K. for today n for this time I'll make it better. I'll try.. and try.. God take your hand on me Protect me with your love
tuk Eka, thanks for your mail you really my friend
pas online, ketemu ma kotaksegitiga jogja_underground tuk ircnya. Bayu tuk dunia realnya. Ngobrol ngalur ngidul n ngga tau sampe ke banyak bahasan salah satunya becak82: jam leren mung 4-5 jam kotaksegitiga: mbok tulis ning kertas yo ?? becak82: he eh becak82: men ra tumbukan karo liyane kotaksegitiga: tapi enek apike kok cak, jarang2 turu becak82: huehuhe kotaksegitiga: buktine, wong tua jaman biyen yo dho betah melek kotaksegitiga: umure dowo2 kotaksegitiga: becak82: nek mlaku rasane setengah melayang becak82: rodo nglayut becak82: huehuehue kotaksegitiga: saiki misal itung wae, misal umure digawe 60 th becak82: turu misal sedino 4 jam becak82: 4 jam/hari X 60 tahun ketemune pirang tahun?? becak82: ayoo cepet2an ================= cut ========================== dimisalkan diambil 1 tahun =365 (meski ada 4 tahun sekali 366)
maka jumlah hari kita hidup 60*365 = 21900 hari jika dibuat jam maka 21900*24 (satu hari ada 24 jam)= 525600
misal dalam sehari tidurnya 4 jam (hieieh karena tidurku rata2 segini) dalam setahun =>> 4*365=1460 jam
maka dalam 60 tahun totalnya 60*1460= 87600 jam buat tidur misal jam tadi di bikin hari maka menjadi 87600/24 (1hari 24 jam) = 3650 bila di buat tahun maka=3650/365 (1 tahun =365 hari) = 10 tahun
ternyata dalam 60 tahun kita tidur=10 tahun
itu kalo tidur kita 4 jam, selama 60tahun kita tidur 10 tahun kalau 8 jam perhari berarti kita tidur 20 tahun kalau 6 jam perhari= tidur 15 tahun itu belum di tambah masa tidur ketika kecil yang umur 0-9bulan(19-21 jam) terus beranjak gede dengan pengurangan jumlah jam yang kontinyu berkurang.
Hari ini bukan hari biasa. Hari ini adalah istimewa. Unik. Tidak pernah ada hari seperti hari ini. Diperlukan waktu milyaran tahun bagi alam semesta - untuk menciptakan HARI INI. Hari ini menawarkan segala kesempatan yang dimilikinya.
Hari ini sudah tiba, dan tidak akan pernah datang lagi. Anggap sebagai bingkisan istimewa, untuk melakukan apa saja yang anda inginkan. Hari ini sudah dimulai dengan baik. Apakah anda akan membuat hari ini menjadi lebih baik lagi, atau sekedar sama saja seperti hari kemarin..?
Bayangkan luapan energi dan materi yang disediakan Tuhan lewat Alam Semesta - hanya untuk menciptakan hari ini. Tidakkah anda seharusnya bersyukur...?
Pada hari ini, ada pekerjaan besar menanti anda. Ada kegembiraan besar menunggu anda. Anda pada posisi maha penting atas hari ini, karena anda berkesempatan IKUT SERTA dalam hari ini. Kerjakan apa saja yang anda mampu - untuk hari ini. Kerjakan yang terbaik, karena anda boleh ikut dalam hari ini. Nikmati, dan kerjakan yang terbaik untuk hari ini...!
Sejarah... siapa yang mampu mempertahankan keasliannya? Namun yang tertulis hingga saat ini di lembaran sejarah adalah bahwa PKI pada tahun 1948 pernah melakukan pemberontakan di Madiun yang kemudian diulangi kembali pada tahun 1965 yang kemudian terkenal dengan Gerakan 30 September oleh PKI yang disingkat G30S/PKI. Gerakan ini mengorbankan 6 jenderal besar Republik Indonesia dan beberapa putra-putra terbaik bangsa. 6 jenderal tersebut adalah Panglima Angkatan Darat Letjen TNI Ahmad Yani, Mayjen TNI R. Suprapto, Mayjen TNI M.T. Haryono, Mayjen TNI Siswondo Parman, Brigjen TNI DI Panjaitan, Brigjen TNI Sutoyo Siswomiharjo. Selain itu juga AIP Karel Satsuit Tubun, Brigjen Katamso Darmokusumo, Kolonel Sugiono. Selain itu juga Jenderal TNI A.H. Nasution juga disebut sebagai salah seorang target PKI namun dia tidak meninggal. Sebaliknya, putrinya Ade Irma Nasution dan ajudan AH Nasution, Lettu Pierre Tandean tewas dalam usaha pembunuhan tersebut. Ini adalah goresan sejarah yang sampai dengan saat ini belum juga dapat terbukti dengan utuh bahwa PKI adalah pelaku pemberontakan itu. Bisa jadi penculikan jenderal-jenderal tersebut didalangi oleh Suharto yang bekerja sama dengan CIA untuk mengambil alih secara paksa kekuasaan kepresidenan. Seandainya jenderal-jenderal tersebut masih hidup, tentunya pengganti presiden Soekarno bukanlah Suharto, melainkan salah satu dari jenderal-jenderal tersebut. Untuk memudahkan jalan menuju kursi kepresidenan maka dijadikanlah PKI sebagai kambing hitam. Mungkin saja bukan?? Sejarah lain yang masih dipertanyakan, adalah isi dari Surat Sebelas Maret. Benarkah bahwa Presiden Soekarno memerintahkan untuk membubarkan, dan menghancurkan bahkan membunuh anggota PKI? Yang menghabiskan 500.000 - 2juta jiwa. Ribuan orang tak bersalah menjadi korban kebiadaban praduga, atau kebenaran 'yang dipaksakan'. Ataukah dalam surat itu, ia hanya ditugaskan untuk menjaga keamanan dan kestabilan negara yang notabene diberikan secara penuh kepada Suharto?? Belum lagi jangka waktu perintah tersebut?? 1 bulankah? 2 bulan? ataukah sebenarnya hanya satu hari?? Tanda tanya-tanda tanya itu seringkali muncul. Namun hingga saat ini pintu sejarah seolah-olah tak bergeming bahkan semakin kokoh dalam kabisuanya. Saksi-saksi hidup semakin habis, termakan usia kahidupan. Kapankah pintu kebenaran sejarah kan terkuak? hingga kita mampu menceriterakan kepada anak cucu kita sejarah yang sesungguhnya. Ataukah akan terkubur dengan matinya saksi kunci, Soeharto. Yang mungkin tinggal 10 tahun lagi, 5 tahun, 3 tahun, 1 tahun, 1 bulan ataukah 1 minggu lagi?. Tiada yang tau, Tuhan adalah penentu setiap kedatangan dan kepulangan. Inilah sejarah gelap bangsaku.. sejarah gelap negeriku.. yang slalu memaksa bendera negeri ini untuk berkibar setengah tiang. Indonesiaku.. oh Indonesiaku..