Jakarta, Dunia maya saat ini tengah digemparkan dengan kehadiran Blog. Di sisi lain, kemajuan teknologi informasi juga dapat digunakan untuk menyebarluaskan ide, gagasan atau bahkan materi pelajaran secara lebih mudah dan nyaman.
Melalui media Internet, semisal blog, ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh seseorang akan semakin luas dan dalam. Masyarakat umum pun akan bisa memetik manfaat dari keberadaan blog yang secara jumlah, mutu dan variasi isi semakin menunjukkan peningkatan dewasa ini.
Namun sayang, peran blog dewasa ini, khususnya di Indonesia, masih belum dirasa cukup optimal. Masih belum banyak blog yang dilakoni secara serius. Pun termasuk oleh sebagian besar pelaku pendidikan di Indonesia, semangat berbagi ilmu pengetahuan dan informasi belumlah terlalu menggembirakan.
Untuk itulah maka Teknik Informatika Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) Semarang sebagai institusi pendidikan yang bergerak di dunia Teknologi Informasi (TI), bekerjasama dengan detikINET akan menggelar kegiatan yang mendorong tercapainya kondisi masyarakat yang berbasiskan informasi.
Kegiatan tersebut berupa Seminar dan Workshop "Share Your Knowledge With Blog".
Bagi siapa saja, terutama yang berprofesi sebagai guru, siswa ataupun akademisi lainnya, bisa mendapatkan pengetahuan teori dan praktek nge-blog. Biayanya, GRATIS!
Adapun untuk acara akan dibagi menjadi dua sesi, yaitu seminar (teori) dan workshop (praktek).
Seminar: Tema: "Share Your Knowledge With Blog" Nara Sumber: Donny B.U. (Redaktur Pelaksana detikINET) Target Peserta: Umum Materi: - Filosofi Blog - Karakteristik Media Internet - Mengapa Blog Spesial - Tujuan Nge-Blog - Kiat Mulai Menulis - Bentuk Tulisan Essay dan News - Contoh Blog (Indonesia dan manca negara)
Workshop: Tema: "Membuat Blog" Nara Sumber: Tim Klinik Multimedia Teknik Informatika UNISSULA Semarang Target Peserta: Khusus untuk guru dan siswa SMU/SMK se-Jawa Tengah Materi: Praktek Membuat dan Mengelola Blog
Waktu dan Jam: Rabu (26 Juli 2006), Pukul 08.00 s/d selesai
Tempat: Auditorium Gedung FTI UNISSULA Lantai 3 Universitas Islam Sultan Agung Jl. Raya Kaligawe Km.4 - Semarang
Susunan Acara: 08.30 s/d 09.00 Registrasi Peserta 09.00 s/d 09.30 Pembukaan dan Sambutan Rektor UNISSULA 09.30 s/d 11.30 Seminar "Share Your Knowledge With Blog" 11.30 s/d 12.00 Doorprize 12.00 s/d 13.00 Coffee Break 13.00 s/d 15.00 Workshop "Membuat Blog"
Target Jumlah Peserta: - Peserta seminar: maksimal 150 orang - Peserta workshop: maksimal 30 orang (first come, first serve)
Prasyarat Peserta Workshop: - Peserta adalah guru dan siswa SMU dan SMK se-Jawa Tengah - Dapat menggunakan komputer, Internet dan memiliki alamat e-mail - Tiap sekolah diwakili oleh satu orang peserta - Untuk guru diutamakan pengampu mata pelajaran TIK - Untuk siswa diutamakan aktivis majalah dinding sekolah - Membawa materi tulisan ilmiah, berita, dan artikel sebagai bahan latihan
Tempat Pendaftaran: Gedung Fakultas Teknologi Industri Lt.1 Universitas Islam Sultan Agung Jl. Raya Kaligawe Km.4 Semarang
Para pendaftar dimohon untuk meng-confirm langsung ke pihak UNISSULA via nomor telepon yang disebutkan di atas, sebagai bukti keseriusan Anda mengikuti acara ini.
Biaya Peserta: Workshop dan Seminar: Gratis!
Acara ini terselenggara atas kerjasama Teknik Informatika Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) Semarang dengan detikINET.
Dua hari yang lalu, Wanto sangat kesal. Sudah dua tahun berturut- turut hasil penjualan timnya selalu melampaui target. Baru bulan lalu dia gagal. Wajar dong. Bulan lalu bisnis sedang sulit. Tapi, bukannya pengertian yang didapatkan. Ternyata atasannya marah-marah.
Masih bagus kalau marah-marahnya di dalam ruangan. Ini marah-marah di ruang terbuka. Di depan semua orang! Di depan semua anak buahnya!. Bahkan di depan karyawan dari divisi lain. Benar-benar bikin malu. Wanto kesal sekali.
Seakan-akan seluruh usahanya selama dua tahun ini sia-sia saja. Seakan-akan atasannya sudah melupakan prestasi kerjanya selama ini.
Apakah beliau sudah lupa ketika selama ini Wanto sering pulang malam, kerja di hari libur, bahkan tidak pernah mengambil jatah cutinya, karena ingin meningkatkan penjualan? Apakah kesungguhan dan kejujurannya dalam bekerja tidak diperhitungkan lagi? Wanto sakit hati. Rasanya ingin mengundurkan diri saja dari pekerjaannya.
Untung, anak buahnya memberikan dukungan padanya sehingga Wanto tidak merasa terlalu malu. Bukan dia saja yang dimarahi kan? Bahkan, Tia yang baru bekerja tiga bulan segera mengeluarkan seluruh data kliennya yang pernah dihubungi. Tia langsung bekerja. Dia segera menelepon seluruh klien tersebut satu demi satu. Memang beberapa gagal ditelepon karena mereka sedang bepergian atau sedang rapat. Tapi beberapa klien bisa dihubungi.
Pada waktu semua orang merasa sedih dan tegang karena habis dimarahi, Tia segera membuat janji bertemu pada hari itu juga. Ternyata tiga orang kliennya bersedia diajak bertemu. Hebat! Tia langsung berangkat mengunjungi kliennya.
Semua karyawan lainnya mencoba kembali pada pekerjaan mereka masing- masing. Wanto masih uring-uringan. Hatinya masih sakit karena dimarahi seperti itu. Mengapa atasan tidak mau menerima hasil penjualan yang jelek? Kan baru satu kali? Kalau berbulan-bulan gagal, bolehlah marah. Ini kan baru satu kali? Hari itu Wanto tidak bisa berpikir.
Keesokan harinya, Tia datang pagi-pagi dengan ceria. Wajahnya penuh senyum. Ternyata kemarin Tia berhasil mendapat order dari dua klien yang ditemuinya. Semua orang kaget. Mereka tidak menjual apa-apa kemarin.
Memang beberapa orang menemui klien, tapi tidak terjadi penjualan. Hasil penjualan Tia memberikan angin segar kepada semua orang. Wanto sendiri merasa lebih segar hari itu. Tia sendiri juga sedang sangat gembira. Dia kan masih terhitung karyawan baru? Baru tiga bulan bekerja. Baru lulus masa percobaan. Tapi hasil penjualan Tia kemarin luar biasa.
Semua orang bertanya mengapa Tia bisa memperoleh dua order dalam sehari. Dengan polos Tia bercerita. Ketika kemarin melihat atasannya marah-marah, ada satu kalimat yang sangat diingat Tia. Atasannya berkata: "Jangan hanya bangga dengan keberhasilan masa lalu! Itu hanya kenangan.
Kebanggaan itu tidak ada gunanya kalau keberhasilan masa lalu tidak dipertahankan. Buatlah diri kalian bangga dengan keberhasilan setiap hari! Dengan keberhasilan setiap minggu! Dengan keberhasilan setiap bulan!"
Insiprasi
Mendengar kata-kata itu, Tia seperti mendapat inspirasi baru. Betul juga ya? Dia sempat terlena dengan keberhasilan penjualan timnya. Selama dua bulan dia bekerja, target selalu tercapai.
Di bulan ketiga ini Tia merasa memang kerjanya lebih santai. Terlena dengan keberhasilan sebelumnya. Lagipula dua bulan berturut-turut bekerja giat, rasanya ingin istirahat juga. Makanya, bulan lalu Tia tidak menghasilkan apa-apa.
Tapi kemarin, dia tergugah oleh kata-kata atasannya. Memang keberhasilan harus dipertahankan. Bagaimana caranya? Mulai dari keberhasilan setiap hari, lalu keberhasilan setiap minggu, lalu keberhasilan setiap bulan.
Kalau dia bisa membuat keberhasilan setiap hari, maka pasti minggu yang dijalani akan menjadi minggu yang berhasil. Kalau setiap minggu adalah minggu yang berhasil, maka sudah pasti bulan itu akan menjadi bulan keberhasilan. Jadi kuncinya adalah mencari keberhasilan setiap hari. Lebih mudah dan lebih ringan untuk dilakukan.
Karena itu Tia kini mencoba mengatur agar setiap hari menjadi hari keberhasilan. Mungkin dia belum tentu bisa menjual setiap hari, tapi setiap hari tetap bisa diisi dengan keberhasilan.
Kemarin terjadi dua penjualan dan satu janji untuk mengirimkan brosur. Hari ini brosur harus segera dikirim sesuai dengan janjinya. Pagi ini Tia juga berhasil menelepon pelanggan yang biasanya sulit ditelepon karena terlalu sibuk. Berarti itu juga sebuah keberhasilan. Menyenangkan juga.
Dia bisa mengisi setiap hari menjadi hari keberhasilan. Wah, hidup ini menjadi menyenangkan bagi Tia. Dia merasa lebih hidup. Bekerja menjadi lebih mengasyikkan.
Wanto malu mendengar cerita Tia yang polos. Kemarin dia sakit hati, malu, dan tersinggung karena dimarahi di depan orang lain, makanya kemarin perkataan atasannya tersebut tidak diperhatikan.
Tapi Tia lain. Ketika dimarahi kemarin, dia mendengarkan. Akibatnya Tia mendapat ilmu baru. Menjadikan setiap hari menjadi hari penuh keberhasilan. Wanto juga ingin begitu. Fill your day with achievement! With Success! Have successful days, weeks, and months!
Sumber: Potensi Diri - Sukses oleh Lisa Nuryanti, Pemerhati Etika dan Kepribadian